peradaban dunia : dibagi dalam 4 zaman
•PALEOLITIKUM (ZAMAN BATU TUA), disebut juga sebagai jaman batu tua. Hasil kebudayaan yang ditemukan pada zaman paleolithikum diantaranya adalah kapak genggam atau chopper dan alat serpih atau flakes.
Gambar 1.1 Kapak Genggam
Gambar 1.2 Kapak Serpih
Di Indonesia manusia purba yang diketemukan dan diperkirakan hidup pada jaman paleolithikum adalah :
a. Meganthropus Paleojavanicus, pada tahun 1941 Von Koenigswald menemukan fosil manusia purba ini di Desa Sangiran daerah lembah Bengawan Solo. Ciri manusia purba jaman ini mempunyai rahang yang besar dan dianggap sebagai manusia tertua yang hidup di Pulau Jawa, kehidupan manusia purba ini diperkirakan 2 -1 juta tahun yang lalu.
Gambar 1.3 Meganthropus Paleojavanicus
b. Pithecanthropus Robustus dan Pithecanthropus Mojokertensis, fosil manusia purba Pithecanthropus Robustus ini diketemukan oleh Von Koenigswald dan F. Weidenreich pada tahun 1939 di Trinil, Sangiran Lembah bengawan Solo. Sedangkan Pithecanthropus Mojokertensis diketemukan oleh Von Koenigswald di daerah Perning Mojokerto.
Gambar 1.4 Pithecanthropus Robustus
c. Pithecanthropus Erectus, pada tahun 1890 Eugene Dubois menemukan fosil manusia purba ini di daerah Trinil, Ngawi Jawa Timur.
d. Homo Soloensis dan Homo Wajakensis, pada tahun 1931 – 1933 fosil manusia purba homo soloensis ketemukan oleh Von Koenigswald, Oppernoorth dan Ter Haar. Fosil manusia purba ini ditemukan di daerah Ngandong Blora, Sangiran, Sambung Macan, Sragen. Homo Wajakensis diketemukan di daerah Wajak Tulungagung oleh Von Reitschhotten pada tahun 1889.
![]() |
| Gambar 1.5 Homo Soloensis |
•MESOLITIKUM (ZAMAN BATU TENGAH)
Merupakan lanjutan dari jaman paleolithikum dengan pola kehidupan yang lebih beragam. Peninggalan dari zaman ini yaitu Kjokkenmoddinger atau sampah dapur dan Abris sous Roche atau gua-gua tempat tinggal manusia.
![]() |
| Gambar 1.6 Kjokkenmodinger atau tumpukkan kulit kerang |
![]() |
| Gambar 1.7 Abri Sous Roche |
•NEOLITIKUM (ZAMAN BATU MUDA)
Hasil kebudayaan yang paling terkenal pada jaman neolithikum atau jaman batu muda adalah kapak persegi dan kapak lonjong yang terbuat dari batu. Benda lain hasil kebudayaan jaman ini adalah benda-benda perhiasan, gerabah dan perhiasan. Perhiasan pada jaman neolithikum terbuat dari batu dan kulit kerang.
![]() |
| Gambar 1.9 Kapak Persegi |
•MEGALITIKUM
Zaman megalithikum memiliki ciri manusia sudah bisa membuat bangunan besar yang terbuat dari batu. Yaitu:
Sarkofagus digunakan sebagai peti mati untuk mayat
Dipengaruhi oleh kesenian dari Yunani,Romawi dan dari China (Asia).
Mempunyai ciri khas khusus pada peninggalan zaman tersebut seperti pada bangunan/keramik / perhiasan.
- ABAD PERTENGAHAN
![]() |
| Gambar 1.11 Bangunan Abad Pertengahan |
Mempunyai nilai Kristiani yang kuat.
Merupakan campuran dari gaya seni Romawi dan Nasrani.
- REINASSANCE
Leonardo da Vinci, Michelanggelo dan Rafael Santi, tiga seniman besar Itali yang mengawalinya karya seni rupa yang lepas dari pengaruh/nafas gereja.
![]() |
| Gambar 1.12 szkoła ateńska karya Rafael Santi |
Karya yang penting saat itu adalah lukisan dinding, relif pada pintu gereja, bangunan mewah, patung perunggu dan gereja ghotic.
![]() |
| Gambar 1. 13 Monalisa oleh karya Leonardo Da Vinci |
- Baroque berasal dari bahasa Romawi yang berarti tidak beraturan atau menyimpang.
- Rococo yang berati seni kulit kerang yang menjadi karya seni paling digemari di seluruh eropa &merupakan masa terakhir, sebelum perkembangan seni modern dimulai.
4. SENI MODERN
Seni modern merupakan karya seni yang dihasilkan dalam periode terentang antara 1860-an sampai 1970-an dengan menggunakan gaya dan filosofi seni yang dihasilkan pada masa itu .
Seniman-seniman modern pada umumnya bereksperimen dengan gaya baru yang unik dan dengan menghasilkan ide-ide segar mengenai fungsi dari seni dan material-material yang digunakan. Mereka cenderung menciptakan karya seni yang dihasilkan dari perasaan yang dalam dan inspirasi-inspirasi yang kreatif pada umumnya. Bahkan bila hasil karya mereka sepertinya tidak memiliki tujuan atau makna apapun pada umumnya, kenyataannya hasil karya tersebut memiliki maknanya sendiri tergantung apa yang tengah terjadi dalam situasi dan kondisi pada masa tertentu dan sesuai dengan intelektual masyarakat yang lebih luas.
![]() |
| Gambar 1.14 The Dance karya Henry Matisse |
![]() |
| Gambar 1.15 Impression Sunrise karya Claude Monet |














Tidak ada komentar:
Posting Komentar