Masyarakat cina kuno telah mengenal tulisan sejak 1500 SM yang ditulis pada kulit penyu atau bamboo. Pada awalnya huruf cina yang dibuat sangat sederhana, yaitu satu lambang untuk satu pengertian. Pada masa pemerintahan Dinasti Han, seni sastra cina kuno berkembang pesat seiring dengan ditemukannya kertas. Selain sastra, kebudayaan Cina yang muncul dan berkembang dilembah sungai kuning adalah seni lukis, keramik, kuil, dan istana. Perkembangan seni lukis terlihat dari banyaknya lukisan hasil karya tokoh ternama yang menghiasi istana dan kuil. Lukisan yang dipajang umumnya lukisan alam semesta, lukisan dewa-dewa dan lukisan raja-raja yang pernah memerintah.
1. Bahasa
Ketika masa pemerintahan Dinasti Ming, bahasa Mandarin baku dinasionalkan. Kemudian, barulah ketika zaman Republik China pada awal abad ke-20 terlihat apa Bahasa yang menyatukan mereka disana dari banyaknya jenis Bahasa china yang ada. Ketika Republik China berdiri pada tahun 1911, pemerintah meresmikan Bahasa mandarin dengan dialek Beijing sebagai Bahasa Nasional dengan nama Goyu (dibaca: kuo i) yang berarti Bahasa nasional
2. Kepercayaan
Bangsa Cina kuno mempunyai kepercayaan yang bersifat politheisme, yaitu percaya kepada banyak dewa. Mereka memuja dewa-dewa yang dianggap sebagai sumber kekuatan. Dewa-dewa utamanya, antara lain Dewa Feng-Fa (sebagai dewa angin), Dewa Lei-Shih (sebagai dewa taufan). Kedua dewa ini digambarkan dalam wujud ular naga besar. Dewa Ho-Po dianggap sebagai dewa tertinggi yang bertakhta di Sungai Hwang-Ho. Dewa ini digambarkan sebagai dewa berbentuk manusia berkendaraan dua ekor naga besar. Gadis-gadis cantik setiap tahunnya dipersembahkan untuk dikurbankan. Sebelum diterjunkan ke Sungai Hwang-Ho, gadis-gadis itu dirias terlebih dahulu.
3. Peradaban lembah sungai kuning
Peradaban bangsa china yang muncul dilembah sungai kuning (Huang ho atau sekarang yang disebut hwang he). Sungai hwang ho disebut sebagai sungai kuning karena membawa lumpur kuning sepanjang alirannya. Sungai ini bersumber dari pegununguan Kwen Lun di Tibet dan mengalir melalui pegunungan china utara hingga membentuk dataran rendah. Pada daerah lembah sungai yang subur inilah kebudayaan bangsa china berawal. Dalam sejarah, daerah tersebut menyulitkan masyarakat Tiongkok kuno untuk melaksanakan aktivitas hidupnya karena terjadinya pembekuan es di musim dingin dan ketika es mulai mencair akan terjadi banjir serta air bah. Berbagai kesulitan dan tantangan tersebut mendorong bangsa Cina untuk berpikir dan mengatasinya dengan pembangunan tanggul raksasa di sepanjang sungai tersebut.
4. Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
Masyarakat Cina kuno memiliki banyak ahli astronomi (ilmu perbintangan) yang dapat membantuk masyarakat dalam membuat system penanggalan. Peekembangan ilmu astronomi merupakan dasar dari berbagai aktivitas kehidupan bangsa Cina karena system pertanian, pelayaran dan usaha lainnya membutuhkan informasi tentang pergantian dan pemutaran musim.perkembangan teknologi masyarakat kuno terlihat dari pembuatan barang-barang perdagangan seperti barang tambang, dan hasil olahan berupa perabot rumah tangga, senjata, perhiasan, dan alat pertanian. Keramik merupakan ciri khas dari hasil karya masyarakat Cina. Pembuatan benda-benda dari keramik itu mengandung jiwa seni, karena pada benda-benda keramik terdapat berbagai macam bentuk hiasan, seperti guci keramik yang dihias dengan seekor ular naga atau dihias dengan gambar-gambar hewan maupun tumbuh-tumbuhan.
KEDATANGAN BANGSA CHINA di INDONESIA
Sejak abad pertama sebelum masehi, Cina dan kepulauan Indonesia telah memiliki hubungan yang sangat dekat, baik antara Kaisar Cina dengan raja-raja di Indonesia, dalam aspek agama maupun perdagangan. Sejumlah putri kerajaan Cina bahkan menikah dengan sejumlah raja di Yogyakarta, Solo, Cirebon, Bangka dan Belitung, maupun Kalimantan Barat. Kedatangan bangsa Cina ke Indonesia dimulai pada abad ke 17, ketika kongsi perdagangan Hindia-Timur (VOC) berhasil mengajak bangsa Cina dari daratan untuk berimigrasi ke berbagai pulau di Indonesia baik untuk bekerja maupun berdagang.
Hubungan suku-suku bangsa asli di Indonesia dengan bangsa dan peradaban Cina sebenarnya sudah berlangsung sejak lama sekali, bahkan dianggap sudah ada sejak zaman prasejarah. Secara antropologis hal ini antara lain diperlihatkan oleh berbagai pengaruh kebudayaan Cina pada berbagai unsur kebudayaan setempat. Misalnya dalam bahasa, kesenian, benda-benda budaya, arsitektur, busana tradisional, dan lain-lain.
Kedatangan orang tionghua ke wilayah Nusantara semula untuk berdagang. Mereka datang untuk mencari berbagai macam benda dan rempah-rempah daerah tropis, getah gaharu, sarang burung layang-layang (Walet), batu bezoar, emas, perak, gading gajah, cula badak, damar, kapur barus, dan kayu-kayu terbaik seperti kayu besi, jati, kulim, cendana. Barang dan rempah itu mereka tukar dengan kain sutera dan porselen. Sebenarnya tidak semua orang Cina datang ke Indonesia sebagai pedagang, malah sebagian besar pendatang Cina pada zaman Belanda didatangkan sebagai tenaga kerja di perkebunan, kuli di pertambangan dan pelabuhan.
Pusat kebudayaan Cina terutama terletak di lembah sungai Huang atau Huang Ho, yang berhulu di pengunungan Kwen Lun. Sungai Huang membawa lumpur kuning dan membentuk dataran rendah yang sangat subur di sepanjang daerah aliran sungai.
Kebudayaan tertua lembah sungai Huang, telah ada sekitar tahun 3000 sebelum Masehi. Berabad-abad bangsa Cina diperintah oleh raja dari beberapa dinasti. Dinasti yang terkenal adalah dinasti Chou. Pada masa itu hidup ahli pikir terkenal yakni Lao-tze dan Kong-Fu-tze. Ajaran Lao-tze disebut Taoisme.Ajaran itu ditulis dalam bukunya, Tao-Teh Tsing. Ajaran Kong Fu-tze dikenal sebagai Kong fusianisme. Di antara beberapa kitab ajaran Kong Fu-tze yang terkenal adalah kitab Li Tsing. Karya pujangga-pujangga itu biasanya masih ditulis pada bambu atau pada kain sutra.
Pada lebih kurang tahun 105 Masehi, orang Cina telah berhasil menemukan kertas. Menurut beberapa catatan kertas ditemukan pertama kali oleh Tsai-Lun. Orang Cina juga telah mengenal alat cetak walaupun masih sangat sederhana. Kitab-kitab karya pujangga Cina kemudian dicetak yang berkembang saat ini berasal dari Cina dan dikembangkan di Eropa.
Dinasti lain yang terkenal adalah dinasti Chin, pembangunan jaringan jalan raya yang menghubungkan beberapa daerah dengan ibu kota kerajaan. Dinasti ini membangun tembok raksasa (the Great Walt), panjang 1000 kilometer dan tinggi 16 meter. Raja dinasti Chin juga membakukan tulisan Cina yang semula beraneka ragam menjadi tulisan dan bahasa seragam.
Selain dinasti Chou dan Chin terdapat pula dinasti asing, yaitu dinasti Mongol. Dinasti Mongol terkenal di Indonesia karena salah seorang rajanya (Kaisar Kubilai Khan) pernah mengirimkan pasukan ekspedisi ke Jawa untuk menghukum raja Singhasari.
Peradaban Cina Kuno
Sebagian besar wilayah negeri Cina terdiri dari pegunungan. Di sebelah utara mengalir Sungai Hoang Ho atau Sungai Kuning. Di sebelah selatan mengalir Sungai Yang Tse Kiang. Di lembah Sungai Hoang Ho inilah berkembang kebudayaan Cina Kuno.
Nama Tiongkok berasal dari kata Chung Kuo yang berarti “Negeri Tengah”. Orang Cina Kuno menganggap negerinya berada di tengah-tengah dunia. Penduduknya disebut Chung Hua yang berarti “Penduduk Negeri Tengah”. Dari kata Chung kuo berubah menjadi Tiongkok, sedangkan dari kata Chung Hua menjadi Tionghoa.
Kehidupan masyarakat Cina Kuno dapat dilihat dari dua sisi kehidupan, yaitu kehidupan ekonomi dan sosial.
• Kehidupan Ekonomi
Pada masa Dinasti Shang, mata pencaharian penduduk Cina Kuno sebagai petani. Para petani saat itu sudah menggunakan bajak untuk mengolah tanah. Selain itu, ada juga yang beternak, berburu dan menangkap ikan. Pada masa Dinasti Chou, kehidupan masyarakat semakin berkembang. Ada yang menjadi pedagang, penenun, pengrajin, penebang kayu dan buruh. Pada masa Dinasti Chin, mata pencaharian utama penduduk adalah petani dan penenun.
• Kehidupan Sosial
Dalam kehidupan sosial masyarakat Cina Kuno diatur dalam aturan feodalisme. Kelompok bangsawan berkuasa atas rakyat. Rakyat wajib membayar upeti/pajak kepada bangsawan. Masyarakat Cina Kuno menghormati beberapa kekuatan gaib. Penghormatan itu ditujukan kepada:
1. Dewa Langit (Syangit) sebagai dewa tertinggi.
2. Kekuatan alam.
3. Arwah leluhur.
Sedangkan sistem pemerintahan yang lazim digunakan di Cina ketika itu adalah sistem dinasti. Sistem ini menganut pergantian kekuasaan secara turun-temurun. Dinasti-dinasti yang pernah berkuasa di Cina adalah:
1. Dinasti Shang
2. Dinasti Chou
3. Dinasti Chin
4. Dinasti Han
5. Dinasti Tang
6. Dinasti Shung
PENJELASAN
1. Dinasti Shang
Pemerintahan Dinasti Shang dipusatkan di kota Anyang di dekat Sungai Kuning. Kota ini merupakan kota tertua dan terpenting di Cina pada masanya. Corak pemerintahan Dinasti Shang dititik beratkan pada bidang militer. Oleh karena itu, prajuritnya ahli dalam berperang dengan menggunakan kereta berkuda yang disertai busur dan anak panah.
2. Dinasti Chou
Pada masa ini, raja-raja menyerahkan tugas pemerintahan kepada para bangsawan. Tugas pemerintahan itu meliputi pengurusan pajak, keamanan dan lain-lain. Sebagai imbalannya para bangsawan memperoleh sebidang tanah yang disebut vazal. Sistem vazal akhirnya merugikan pemerintah, karena sering terjadi kekacauan antar bangsawan meupun pemberontakan. Kemudian Dinasti Chou melemah, dan sebagai gantinya adalah berkuasa Dinasti Chin.
3. Dinasti Chin
Raja yang terkenal pada dinasti ini ialah Kaisar Shin Huang Ti. Dia sangat memperhatikan kemakmuran rakyat. Dalam bidang perdagangan, raja membuat ukuran timbangan yang seragam. Dia merintis hubungan dagang dengan India. Untuk menghadapi serangan bangsa Syung-Nu, dibuatlah tembok raksasa. Tembok raksasa itu kini dikenal dengan sebutan “Great Wall” atau “Tembok Besar Cina”.
4. Dinasti Han
Raja yang terkenal pada dinasti ini adalah Han Hwu Tie. Agama Konfusionisme dijadikan sebagai agama negara. Perdagangan dengan negara-negara lain ditingkatkan. Masyarakat pada dinasti ini sudah dapat membuat kertas. Bahannnya terbuat dari kulit kayu dan kain-kain bekas.
5. Dinasti Tang
Dinasti Tang mengalami kejayaan waktu diperintah oleh Li Shih Min Tang tai Tsung. Bidang seni syair dan seni lukis mengalami kemajuan yang baik.
6. Dinasti Shung
Raja-raja Dinasti Shung sangat memperhatikan bidang seni dan ilmu pengetahuan. Kerajinan porselin juga berkembang dengan baik.
Tiongkok diserang bangsa Mongol di bawah pimpinan Jenghis Khan. Bangsa Mongol berhasil menduduki Tiongkok. Pada abad 14, bangsa Mongol berhasil dikalahkan Tiongkok. Setelah itu Tiongkok diserang oleh bangsa Mansyuria.
• Seni sastra
Seni sastra Cina Kuno bersumber pada ajaran-ajaran filsafat. Pada masa Dinasti Chou muncul filsuf-filsuf besar seperti, Lao Tse, Kong Fu Tse dan Meng Tse. Pengaruh ajaran tersebut menjadikan keadaan pemerintahan yang semula kacau menjadi baik.
Lao Tse mengajarkan agar manusia mengikuti jalan yang ditentukan oleh alam dan menolak kehidupan duniawi. Menurut ajaran ini, terdapat kekuatan gaib yang mengatur alam semesta.. Kekuatan gaib tersebut dinamakan Tao. Keadilan dan ketentraman akan tercapai bila setiap orang tunduk pada Tao. Oleh karena itu, ajaran Lao Tse terkenal dengan nama Taoisme. Tao artinya “jalan”. Ajaran Lao Tse dimuat dalam buku yang berjudul Tao Te Ching.
Kong Fu Tse mengajarkan agar orang-orang Cina kembali pada kehidupan lama, sebagaimana tradisi atau kebiasaan para leluhur. Selain itu, Kong Fu Tse mengajarkan orang harus mengutamakan akhlak yang baik. Ajaran ini dinamakan “Konfusianisme Kong Fu Tse”, atau disebut Konfusius.
Meng Tse mengajarkan ajaran yang menyangkut soal pemerintahan. Ia berpendapat bahwa setiap manusia mempunyai pembawaan yang baik. Bila seseorang berbuat jahat, hal itu akibat tidak puas atas pemerintahan yang buruk. Menurut dia, rakyat mempunyai hak untuk memberontak jika kaisar yang berkuasa tidak memperhatikan kesejahteraan rakyat.
Bangsa Cina kuno telah mengenal tulisan sejak zaman Dinasti Shang. Tulisan-tulisan biasanya terdapat pada kulit penyu, tulang-tulang binatang atau pada piring-piring. Tulisannya berbentuk gambar atau lambang (pictograf). Pada masa Dinasti Chou, tulisan dipahatkan pada potongan-potongan bambu. Tiap daerah mempunyai bentuk tulisan sendiri. Pada Dinasti Chin, tulisan Cina berhasil disatukan.
Dibidang seni bangunan, bangsa Cina Kuno telah memiliki keahlian yang tinggi. Hal ini terbukti dari hasil-hasil seni bangunan seperti Kuil Langit, Tembok Besar atau Pintu Gerbang Kuil. Kuil Langit dibangun untuk menghormati Dewa Langit ini terdapat di Peking.
Tembok Besar Cina dibangun pada masa Dinasti Chin. Tembok Besar ini merupakan salah satu keajaiban dunia. Tembok ini disebut besar atau raksasa karena ukurannya. Panjangnya 2.430 Km, lebar 8 m, dan tinggi 16 m. Tembok ini dibangun selama 20 tahun dengan tenaga 1.000.000 orang. Tembok Besar dibangun untuk menahan serangan dari suku-suku Barbar di sebelah utara, seperti suku Hsiung-Nu.
Pada masa peradaban Cina Kuno, Peking adalah tempat kediaman Kaisar. Di situ banyak istana dan kuil. Pintu gerbang kuil Kong Fu Tse sangat bagus buatannya. Dinding-dindingnya dihiasi tegel berwarna-warni. Atapnya berbentuk melengkung ke atas. Pintu gerbang ini merupakan jalan masuk menuju kuil. Kuil itu merupakan tempat untuk menghormati arwah guru besar bangsa Tionghoa.
Mata pencaharian:
• Dinasti shang: petani, beternak, berburu, dan menangkap ikan
• Dinasti chou: pedagang, penenun, pengrajin, penebang kayu dan baru
• Dinasti chin: petani dan penun
• Seni
Perkembangan seni pada bangsa cina kuno telah maju. Hal ini ditandai dengan banyaknya lukisan yg bernilai tinggi dan hiasan dinding2 tembok istana dan kuil2 objek dr lukisan biasanya berhubungan dengan alam. Binantang (naga/harimau) dewa2 dan raja2 yg pernah pemerintah, selain itu, terdapat juga seni ukiran pd keramik yg dihiasi dengan ukiran naga, binatang dan tubumbuh2an.
• Kesusastraan
Bangsa cina telah mempunyai tulisan sendiri dan kertas sebagai media penulisan. Kertas mulai ada sejak zaman dinasti Han. munculnya kertas, menyebabkan budaya tulisan-menulis di cina semakin berkembang, karna mempermudah para sastrawan cina kuno dalam menuangkan ide2 dan pemikirannya tersebut dalam bentuk tulisan yg dibutuhkan, sebelum mengenal kertas, para sastrawan mengunakan kulit penyu, bambu kayu, dan tulang binatang sebagai bahan sebagai bahan dalam kegiatan tulis menulis.
• Pengelolahan logam
Bangsa cina telah mempunyai teknik atau cara dalam pengolah logam, mereka mengolah logam seperti bijih besi, timah dan emas. Bangsa cina mengolah logam2 untuk membuat alat2 rumah tangga, alat2 pertanian, senjata, perhiasan, dll. Bahkan, peralatan2 yg terbuat dari logam2 itu telah diperdagangkan sampai ke negri lain.
• Arsitektur
Dalam arsitektur, teknik merancang bagunan megah teah dimiliki oleh bangsa cina kuno. Hal ini terbukti dengan adanya bangunan2 monumental seperti tembok besar cina, istana, dan kuil2.
• Astronomi
Bangsa cina kuno telah memiliki astronomi (ilmu perbintangan) yg digunakan untuk sistem penanggalan. Ilmu astronomi merupakan dasar aktivitas kehidupan bangsa cina dalam bidang pertanian, pelayaran, dan usaha lainnya yg merupakan informasi tentang pergantian dan perputaran musim. Selain itu, para astronom juga tertarik pada dunia astrologi, karena alasan keilmuan dan keyakinan bahwa langit dapat meramalkan masa depan.
• Teknologi
Bangsa cina telah mengenal teknologi dari tingkatan yg sederhana sampai dengan yg tinggi, contohnya teknologi sederhana yg dimiliki bangsa cina kuno adalah pembuatan alat2 rumah tangga dan alat2 senjata seperti pisau, pedang, tembakan, cangkul, dan sabit. Sementara itu, teknologi tinggi yg dimiliki bangsa cina kuno terlihat dalam pembuatan gedung2, istana, tembok besar, tanggul2 raksasa, dan pembuatan logam.
• Kepercayaan
Kepercayaan bangsa cina kuno adalah politeisme atau pemujaan terhadap banyak dewa2 dianggap sebagai kekuatan alam, seperti dewa Feng-pa sebagai dewa angin dan Lei Shik sebagai dewa topan. Bangsa cina kuno juga mengenal upacara korban manusia, mereka mempersembahkan gadis cantik untuk dewa tertinggi Ho Po yang bertakhta di sungai Hwang Po.
• Filsafat
Pada masa pemerintahan dinasti Chou, filsafat cina berkembang pesat dengan munculnya para filsuf kelas dunia. Sebut saja Kong Hu Cu, Lao Tse dan Meng Tse. Kong Hu Cu merupakan orang pertama pengembang sistem memadukan pola pikiran dan kepercayaan orang cina yg paling mendasar. Filosofinya menyangkut morlitas orang dan konsepsi suatu pemerintahan tentang cara2 melayani rakyat dan memerintahnya melalui tingkah laku teladan.
How to make money from betting on football - Work Tomake Money
BalasHapusIf ventureberg.com/ you're having problems finding หารายได้เสริม a gri-go.com winning bet 출장안마 online for the day of your choosing, then there are plenty of opportunities available right here.