•Daniel adalah penulis naskah pidato Wakil Presiden Al Gore (1995-1997)
•Diterbitkan dalam 18 Bahasa
•Khusus untuk orang Amerika
•Berisi kiat memenangkan persaingan global
•Sukses/tidaknya sebuah bisnis di era globalisasi 3.0>>
•Siapa yang bisa dibayar lebih murah dengan keahlian sama?
•Dapatkah computer melakukannya dengan lebih cepat?
•Apakah anda menawarkan sesuatu yang lebih memuaskan?
ASIA
•Kalangan intelektual Asia dengan kepandaian setara bangsa Amerika, namun bersedia digaji lebih murah.
•Pekerjaan yang sifatnya logical (programmer IT) sudah mulai dikuasai pekerja di Asia seperti India, Philipina, Cina, dll.
•Desainer murah AS digaji $4700, India $100. akuntan AS $5000, Philipina $300.
•1 dari 10 pekerjaan IT pindah dari AS ke Asia sejak 2010.
•Tantangan: jika ada orang lain yang bisa melakukan bisnis kita dengan biaya lebih murah, itu ancaman.
Keberlimpahan
•Ada banyak sekali alternatif untuk sebuah produk. Misal butuh handphone? Banyak terdapat alternatif pilihan jenis dan harga.
•Orang AS menghabiskan uang lebih banyak untuk kantong pembuang sampah, dibanding belanja barang di 90 negara lain.
•Tantangan: bagaimana menciptakan produk yang tidak hanya fungsional, tetapi juga memiliki nilai estetik.
Otomatisasi
•Pekerjaan yang bersifat logik, perhitungan dan bersifat runtun akan tergantikan oleh mesin komputer.
•Banyak aktivitas produksi yang bisa dikerjakan lebih cepat oleh mesin atau komputer.
•Contoh: pekerja pabrik, penerjemah, arsitek
•Tantangan: apakah mesin/komputer bisa melakukan bisnis kita dengan lebih cepat? Itu ancaman.
Konsep
•Kelimpahan produksi sudah memuaskan, sehingga orang lebih memaknai keindahan dan emosi
•Asia memperkerjakan sejumlah besar pekerjaan berorientasi otak kiri dengan upah jauh lebih murah
•Otomatisasi mulai mempengaruhi pekerja intelektual.
•Tiga hal tadi menandai kebangkitan otak kanan, sebagai kesatuan utuh pikiran bersama otak kiri.
•Tidak ada yang lebih baik, karena otak kanan dan kiri punya peranan masing-masing yang membentuk kesatuan utuh.
•Otak kiri>> logis, runtun, literal dan analitik.
•Otak kanan>> sintesa, ekspresi emosi, konteks dan gambaran menyeluruh.
•Tiga kekuatan tadi mengubah pradigma ke arah pemikiran berorientasi otak kanan.
•Kita menuju ke zaman konseptual.
•Karakter utamanya pencipta dan mampu berempati.
•Kemampuan khasnya adalah pemikiran berorientasi otak kanan.
Enam indra di aman Konseptual
•Untuk melengkapi pemikiran berorientasi otak kiri, harus menguasai enam kemampuan dasar dari pemikiran berorientasi otak kanan. Keenamnya adl:
•Desain
•Cerita
•Simfoni
•Empati
•Bermain
•Makna
Desain•Saat ini produsen tak lagi cukup menciptakan produk/jasa, pengalaman atau gaya hidup yang fungsional.
•Namun produk dan jasa tersebut haruslah indah, unik dan menyentuh emosi. Selain juga penting secara ekonomis dan menguntungkan secara pribadi
•Ketika kita dibanjiri oleh informasi dan data, tidaklah cukup menata argumen efektif.
•Berkomunikasi dan memahami diri sendiri menjadi kemampuan untuk menampilkan cerita yang menyentuh.
•Cerita menjadi penting karena mampu menyentuh emosi.
Simfoni
•Zaman industri dan informasi banyak menuntut fokus dan spesialisasi. Namun ketika pekerjaan intelektual berpindah ke Asia, dibutuhkan kemampuan menyatukan berbagai hal yang disebut simfoni.
•Bukan hanya analisa dan sintesa, namun juga memandang gambaran menyeluruh dan melampaui batas-batas. Juga kemampuan mengkombinasikan hal-hal yang berbeda menjadi kesatuan utuh yang memikat.
Empati
•Kemampuan berpikir logis merupakan ciri manusia. Tetapi dalam era informasi ini, logika saja tidak cukup.
•Empati adalah kemampuan mereka memahami apa yang membuat sesama mereka bahagia, kemampuan menjalin relasi dan peduli sesama.
Bermain
•Manfaat kesehatan dan keuntungan profesional berasal dari tawa, hati ringan, bermain dan humor.
•Di zaman konseptual, kita semua butuh bermain dalam kerja dan kehidupan. Bukan hanya keseriusan, tetapi juga bermain.
Makna
•Kita hidup dalam dunia yang berkelimpahan materi yang mempesona. Semoa orang berusaha membebaskan diri dari pergulatan hidup sehari-hari dan membebaskan kita mengejar hasrat yang lebih berarti seperti makna hidup, transdensi dan kepuasan spiritual.